MENGENAL FILM LEWAT TULISAN
Pada kesempatan kali ini saya akan mengom- entari tulisan pada blok Pak Setia Naka Andrian yang berjudul Film dan Ikhtiar Kesadaran Kolektif. Menurut saya, tulisan yang dibuat oleh Pak Naka sangat menginspirasi dan menarik. Pada tulisan tersebut Pak Naka bercerita mengenai perkembangan film yang ada di Indonesia. Seperti yang kita ketahui saat ini, perfilman di Indonesia sudah mulai diminati oleh masyarakat banyak, bahkan tidak sedikit film yang sudah ditonton lebih dari 1 juta penonton. Namun, tidak banyak masyarakat yang mengetahui banyaknya rintangan dalam pembuatan film tersebut. Dari tulisan yang ada pada blog Pak Naka tersebut kita dapat mengetahui bahwasanya dalam pembuatan film banyak sekali kendala yang dihadapi, terutama masalah keterbatasan dana . Namun, hal tersebut bukanlah suatu masalah yang dapat membuat Sineas patah semangat dalam menghasilkan karya film yang luar biasa. Malah sebaliknya, dari masalah tersebut Sineas dapat terus berjuang bahwasanya keterbatasan dana bukanlah suatu penghalang agar Sineas dapat membuat karya. Hal tersebut juga yang membuat orang memiliki mimpi menjadi seorang Sineas. Karena dalam berkarya kita hanya butuh kreativitas dan kemauan yang kuat.
Seperti pada tulisan di blog, Pak Naka juga bercerita mengenai sosok yang menginspirasi, khususnya bagi orang-orang yang mempunyai mimpi menjadi seorang Sineas. Sosok inspirasi tersebut yaitu seorang Sineas yang baru berusia 19 tahun bernama Mustofa. Mustofa adalah salah satu dari para Sineas muda yang berjuang dalam kemajuan film di Indonesia. Bukan hanya memikirkan tentang genre suatu karya film saja. Mustofa juga memikirkan bagaimana respon penonton dalam mengapresiasi film yang ia ciptakan. Lewat film yang berjudul " Reksa " Mustofa berhasil membuat karya film yang dapat menginspirasi banyak orang. Sineas dari kendal tersebut membuat karya film tentang kehidupan sosial keluarga seorang TKW. Yang menurut saya, melalui film tersebut Mustofa dapat memberikan perubahan pada pola pikir masyarakat tentang kehidupan seorang TKW. Bahwasanya menjadi seorang TKW selalu dianggap sebagai pekerjaan yang rendah, namun dengan membaca tulisan pada blog Pak Naka tersebut, kita dapat mengetahui bahwa seorang TKW bukan hanya melulu memikirkan materi yang diperoleh. Namun juga suka dan duka dalam keluarga mereka. Walaupun film Reksa hanya diputar di Pendopo Kabupaten Kendal dengan sederhana, namun pemutaran film tersebut sudah menunjukkan kegigihan seorang Sineas muda dalam menghasilkan karya film untuk masyarakat di lingkungannya. Demikian yang dapat saya sampaikan . Terimakasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar